Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Cinta dan Harapan

Gambar
Kau mempesonaku sejak pertama kita berjumpa. Senyummu yang indah membuatku terpana, keanggunanmu membuatku semakin mengagumimu. Mengenal dan bersama denganmu adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan padaku. Ah, memoriku kuputar kembali, terbayang kenangan kita saat itu. Semuanya indah, terasa sempurna nyaris tak bercela. Tapi kini semua berubah, kau terbaring di sana berjuang dari rasa sakit yang mungkin akan merenggut jiwamu. Tiga bulan lamanya kau terbaring dalam koma. Tapi aku tak akan lelah. Aku akan selalu di sini bersamamu, di sampingmu, menunggumu kembali menatap dunia ini lagi. Aku senang telah mengenalmu, menjadi bagian dalam hidupmu. Terima kasih telah mempercayakanku menjadi pangeran di hatimu. Aku akan bertahan melalui masa-masa sukar bersamamu. Aku mencintaimu dalam kebahagiaan dan kesedihan, dalam pahit dan manis kehidupan ini. .

Ini Adalah Cinta dan Ini Adalah Sayang

Gambar
Jujur aku takut berharap kepadanya, jujur aku takut terlalu mencintainya. Kisah cintaku seperti direkayasa, seperti berada didalam sebuah drama. Berulang kali kau mengabaikan aku, aku telah sabar sebagai kekasih yang tak kau anggap, apa kurangku? Aku begitu menyayangimu, sikapmu yang seperti anak-anak tak ku hiraukan, mulutmu yang tak berhenti menyalahkanku tak kudengarkan, sifatmu yang keras tak kupedulikan. Aku mencoba melepaskanmu disaat aku benar-benar terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, walau aku begitu mencintaimu. Tapi kau jerat erat tanganku, kau gengam penuh dengan rasa sayang. “Jangan! Jangan pergi dariku, percayalah aku sangat mencintaimu.” Katanya menatap tajam kearahku setajam samurai. Aku tak bisa berbohong atas perasaanku, aku tak bisa jauh darinya dan atas nama cinta kudekap ia penuh dengan kemesraan. “Jangan abaikan aku, aku sakit bila kau tak pedulikan aku!” Cairan berlian tak terasa menes pelan-pelan. “Ia aku janji!” Dekapanya begitu hangat dan begitu erat, aku ...

Mengatur Ukuran Kertas F4

Gambar
Ketika membuka program pengolah kata, Microsoft Word, Anda akan dihadapkan pada sebuah lembar kerja baru. Biasanya sebelum memulai pekerjaan, kita harus mengatur ukuran kertas terlebih dulu. Beruntung bagi Anda yang hanya menggunakan kertas A4, karena pilihan ukurannya sudah tersedia. Tapi bagaimana jika Anda diharuskan menggunakan kertas F4 yang ukurannya tidak tersedia pada Microsoft Word. Nah berikut ini cara mengatur ukuran kertas F4 di Microsoft Word 2010. ➊ Buka Microsoft Word 2010 ➋ Klik Page Layout , pilih Size , lalu pilih More Paper Sizes... ➌ Maka akan muncul kotak dialog Page Setup , pilih tab Paper . Lihat bagian Paper size , pada Width masukkan 8,5 in , pada Height masukkan 12,8 in . ➍ Klik Ok untuk menggunakan pengaturannya saat ini atau Set As Defaul t untuk selalu menggunakan ukuran kertas F4 setiap kali membuat dokumen baru. Pengaturan kertas sudah selesai, saatnya mengetik dan mencetak pada kertas F4. Kebanyakan orang memilih ke...

Tes Kecerdasan Tole

Gambar
Kepsek: "Perang Diponegoro berlangsung tahun berapa?" Tole: "1825-1830." Kepsek: "Siapa penemu lampu bohlam?" Tole: "Thomas Alfa Edison." Kepsek: "Hewan yang memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?" Tole: "Omnivora." Setelah beberapa pertanyaan, Pak Kepsek bilang ke bu Guru, “Kelihatannya Tole memang cerdas. Saya rasa dia bisa masuk di kelas 3.” Tapi Ibu Guru masih belum yakin. "Coba saya test lagi, Pak Kepsek.” Kata bu Guru. Ibu Guru: "Benda apa yang huruf pertamanya K, huruf terakhirnya L. Yang bisa menjadi tegang, bisa lemas?" (Mendengar pertanyaan bu Guru, Pak Kepsek melongo kaget) Tole: "Ketapel." Ibu Guru: "OK, sekarang apakah yg huruf pertamanya M, huruf terakhir K, di tengah benda itu ada kacang nya?" (Pak Kepsek makin melongo, sambil mengelap keringat di jidatnya) Tole: "Martabak." Ibu Guru: "OK, berikutnya, kegiatan apa yang biasa dil...

Anggukan Sapi Betina

Gambar
Mulanya hanyalah seekor sapi betina. Tetapi, lenguhnya yang aneh dan hanya terdengar tiap malam Jumat, membuat orang-orang desa menganggapnya bukan lagi seekor sapi biasa. Anggukan dan goyangan kepalanya pun dipercayai sebagai isyarat atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan kepadanya, bahkan kehendak dan tanda-tanda zaman yang tidak dapat dielakkan. "Apakah kau mengerti kata-kataku, hai sapi?" tanya seorang lelaki gemuk berbaju safari, sambil membungkuk di depan sang sapi. Sapi betina itu diam saja. Matanya membelalak, bulat seperti telur mata sapi. Lidahnya yang kemerahan lantas terjulur, meraup rumput hijau yang menumpuk di depannya. "Ah, kau bohong, Pak Mandor. Dia tidak mengerti kata-kataku." Lelaki gemuk itu protes pada pria tambun di sebelahnya. "Bapak harus memanggilnya 'Ibunda Sapi' agar dia mau menjawab pertanyaan Bapak," ujar sang tambun. "Ibunda Sapi...," lelaki gemuk dengan pipa cangklong di tangan itu lebih m...