Pancaran Auramu

Auramu memancarkan cahaya. Keindahan dan kesempurnaan, meskipun aku tahu kesempurnaan itu tak akan pernah ada. Tapi bagiku kau adalah jiwa yang sempurna.

Mentari mungkin akan malu jika dibanding-bandingkan dengan cahaya dirimu, lalu ia akan bersembunyi dibalik gunung. Ia tahu cahayamu menentramkan, tidak seperti dirinya yang menyengat. Kau mengindahkan hari-hari, tidak sepertinya yang kadang membuat jeri.

Mentari dan dirimu memang berbeda. Tapi jika menatap fotomu, aku seperti menatap mentari. Meskipun dirimu tidak menyilaukan tapi kau begitu susah kujangkau.

Meskipun begitu aku tak akan lelah. Aku masih berharap dan akan selalu berharap. Aku berharap akan bertemu denganmu. Aku ingin menjabat tanganmu dan mengatakan "hai, ini aku". Dan akan kulepas rasa rindu ini padamu.

Postingan populer dari blog ini

Pertunjukan Drama Musikal "WOYZECK" karya Georg Buechner

Singkatan Chatting Populer

Senior VS Junior