Rindu

Malam membangunkanku, mengajakku menulis bersama lara hati yang dalam. Aku lara karena tak jua bisa berjumpa. Aku yang selalu terlara-lara bersama separuh jiwa.
Malam memuncak dan perlahan-lahan bergulir menjadi subuh. Aku masih tetap terjaga memandangi potretmu, yang selalu mampu menenangkan jiwaku. Kau satu-satunya keindahan dalam hidupku. Kau adalah kerinduan terbesarku.
Aku rindu. Aku yang selalu merindu. Aku rindu tulisan-tulisan yang kau buat khusus untukku. Aku merindukan setiap sisi kehidupanmu. Baik-buruk, senang-sedih, ceritakan saja ... aku merindukannya. Aku rindu padamu.